STNK DAN BPKB ASLI SEKARANG SUDAH TERSEDIA

ImageSempat terjadi kekosongan material STNK dan BPKB sejak 6 bulan yang lalu, kini pelayanan pengurusan BPKB, STNK dan SIM kembali normal sejak 15 September 2013. Pasalnya, material surat-surat kendaraan tersebut telah didistribuksikan Korlantas ke wilayah Polda se-Indonesia. Kakorlantas Polri Irjend Pol Pudji Hartanto Iskandar menegaskan, proses pendistribusian material BPKB, STNK dan SIM dilakukan secara bertahap. Untuk BPKB dan STNK dilaksanakan dalam empat termin, sedangkan distribusi material SIM ada dua termin. Nah sekarang sudah lega kan, tapi aneh juga yang bikin lambat pihak kepolisian tapi Masyarakat saat mengurus tukar dan mengurus dari STNK sementara ke SNTK Asli masih dikenakan biaya. Hemmmmmm …

Pendistribusian 3,5 juta material BPKB pada termin pertama paling lambat kelar pada 20 September 2013. Termasuk ke wilayah Polda Jatim. Pada termin kedua, material BPKB yang didistribusikan sebanyak 3,5 juta dengan batas waktu maksimal 20 Oktober 2013. Termin ketiga sebanyak 4 juta material, batas waktunya hingga 30 November.

“Dan sisa kebutuhannya dituntaskan pada termin terahir yang maksimal didistribusikan pada 31 Desember,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Dra Pudji Hartanto, Senin (9/9/2013).

Untuk pendistribusian material STNK, pada termin pertama batas maksimalnya sampai 30 September dengan jumlah 5,2 juta paket. Lalu, termin kedua sebanyak 5 juta lebih batas akhirnya pada 31 Oktober. Termin ketiga didistribusikan sebanyak 5,4 juta paket dengan batas maksimal 30 November. Sisa kebutuhan material STNK diselesaikan pada termin keempat dengan batas akhir 31 Desember.

“Khusus untuk pendistribusian material SIM dibagi dua termin. Termin pertama sebanyak 5,5 juta maksimal selesai 10 Oktober, dan termin kedua sebanyak 6,3 juta material dengan batas maksimal akhir Desember 2013,” pungkas Pudji saat mengunjungi Kantor Samsat di Jalan Manyar, Surabaya.

ImagePenyebab Keterlambatan Blanko STNK dan BPKB

Korlantas Polri, Kombes Sam Budi Gustian, dalam keterangan pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jl Senjaya, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2013). Menurut Budi, keterlambatan disebabkan karena pihak Korlantas baru melakukan lelang setelah ada penetapan sesuai dengan Peraturan Presiden yang menyebutkan proses pelelangan baru bisa dilaksanaan setelah ada pagu definitif yang sudah ditetapkan oleh Dirjen Perbendaharaan.

“Penetapan itu baru akhir April sehingga baru saat itu kita merencanakan dan membuat langkah-langkah untuk melakukan lelang,” terang Budi. Sejak akhir April lalu, imbuhnya, pihak Korlantas telah melakukan pengumuman lelang melalui LPSE. Lelang sendiri nantinya harus melalui beberapa teknis dan pentahapan.

“Untuk tandatangan kontrak untuk BPKB tanggal 20 Juni dengan pemenangnya (tender), STNK tanggal 19 Juni, dan SIM tanggal 28 Juni,” paparnya. Setelah tandatangan kontrak barulah proses pengadaan material STNK, BPKB, dan SIM berjalan. (Rdx13)